Joedha's Blog

Mempelajari berbagai keunikan kehidupan dan menuangkannya ke dalam lembaran blog ini

Kawasan Termiskin Uni Eropa

LADANG-LADANG gundul, jalan-jalan kosong, rumah-rumah hancur, dan sekolah-sekolah yang tertutup mengatakan itu semua. Selamat datang di daerah pedesaan Bulgaria barat laut. Ini adalah tempat yang secara resmi merupakan kawasan termiskin di Uni Eropa.

Hampir tidak ada indikator sosio-ekonomi. “Kawasan ini berada di tempat paling bawah, baik di Bulgaria maupun di Uni Eropa,” kata Deputi Menteri Regional Nikolay Nankov kepada AFP dalam sebuah wawancara baru-baru ini.  ”Yang ada di sana bukanlah gambaran yang indah.”

Pada 1970-an dan 1980-an, kawasan itu pernah mengalami industrialisasi besar-besaran dan membuat produk untuk pasar Comecon era Komunis. Namun, ketika Tirai Besi runtuh 20 tahun silam, pabrik-pabrik itu tutup.

Sejak itu jumlah orang telah berkurang drastis akibat depopulasi dan penuaan warga. Ini berdampak buruk pada kota-kota kecil, khususnya desa-desa. Ini juga menyebabkan sekolah-sekolah, gereja-gereja, dan tanah pertanian yang tadinya ramai menjadi mirip ”reruntuhan”.

”Oh, ini dulunya sebuah desa besar dengan 9.000 penduduk, tapi semuanya seperti lenyap,” kata Nikola Georgiev (77) di Desa Yakimovo di kawasan barat laut Bulgaria, sekitar 100 kilometer di sebelah utara Sofia, ibu kota negara. Kini desa itu hanya berpenduduk 2.000 jiwa.

Tingkat pengangguran di wilayah setempat, dengan populasi hanya 4.300 jiwa, mencapai 54,6 persen per September 2011. Ini adalah yang tertinggi di Bulgaria. ”Saya menderita karena itu. Saya menderita mengingat Bulgaria. Saya merindukan cucu perempuan tersayang yang beremigrasi ke Italia untuk mencari pekerjaan. Saya harap anak- anak kami pulang suatu hari,” kata Georgiev.

Sedikit sekali pekerjaan yang tersedia di kota-kota Montana dan Vratsa, atau di Vidin, lebih ke barat. Cerobong-cerobong asap dari pabrik-pabrik, yang sudah lama ditutup, merupakan sisa-sisa dari masa lalu industrialisasi kawasan itu.

Tingkat pengangguran di tiga kota itu berkisar 17,6 19,9 persen pada paruh pertama 2011, atau hampir dua kali rata-rata nasional yang 10,3 persen. Sektor pertanian merupakan kegiatan perekonomian utama di bagian lembah Danube yang subur ini. Namun, karena teknologi pertanian ketinggalan zaman, hasil panen pun rendah.

Single Post Navigation

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: