Joedha's Blog

Mempelajari berbagai keunikan kehidupan dan menuangkannya ke dalam lembaran blog ini

FUCK OF!!!!!

Pada saatnya di titik ini, aku benar-benar merasa frustrasi. Aku merasa gagal menjadi suami dan ayah dalam keluargaku. Aku seperti suami yang miskin harta, hati, dan jiwa. Seperti tak ada tempat buatku berteriak, mengeluh, bahkan bersandar.

Kondisi keuanganku, juga keluarga kecilku sedang kritis. Baru kali ini sepanjang hidupku bekerja, aku hanya memegang uang tidak sampai 50 ribu. Itu pun bukan duitku, melainkan duit sewa kontrakan. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku.

Apakah aku telah diperbudak harta? Sampai-sampai aku berada di ambang depresi karena memikirkan uang untuk keberlanjutan kehidupanku dan keluarga kecilku. Baru kali ini pula aku tak bisa berpikir jernih. “Apa aku cari uang haram saja?” Begitu bisik hatiku.

“Apa aku menjual diri saja? Pasti ada yang mau membayar penisku untuk dijadikan obyek pemuas manusia-manusia kaya di luar sana. Mereka juga pasti akan sangat gembira bisa mengeksploitasi tubuhku, dan aku rela diperlakukan seperti itu demi keluargaku.”

“Apa aku harus mencuri? Berserakan uang di masjid yang bisa kuambil paksa tanpa ketahuan.”

“Apa aku harus membohongi istri? Bisa saja aku mengambil uang di ATM istriku”

Aku benar-benar sampai di tepi jurang yang tinggal melangkahkan kaki untuk jatuh dan terjerumus ke dalamnya. Aku lelah memberi senyum buat mereka yang dekat denganku. Aku lelah hidup seperti ini. Ternyata menikah dan punya anak tidak membuat kehidupanku lebih baik. Aku semakin merana.

Ingin rasanya bunuh diri. Tapi aku tak tega. Bukan tak tega terhadap diriku, melainkan anak dan istriku. Mereka, secara tertulis dan psikologis, masih menjadi tanggung jawabku.

Di mana 7 pintu rezeki itu? Di mana? Bukankan aku sudah menikah? Bukankah aku sudah memiliki anak dan menafkahi anak dan istriku? Kenapa hidupku masih terus seperti ini? Kenapa tak secuil pun kebahagiaan bisa aku peluk. Atau minimal aku lihat, kalau memang aku tak bisa merasakannya. Kehidupan macam apa seperti ini Tuhan!!!!!!

Tolong, cukuplah aku menjadi pelengkap penderita selama ini. Cukuplah aku membendung kesabaran sampai sejauh ini. Cukuplah aku harus berpura-pura dalam membaur dengan manusia-manusia itu. Aku lelah, Tuhann….. Aku lelahh…. T_T

Single Post Navigation

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: