Joedha's Blog

Mempelajari berbagai keunikan kehidupan dan menuangkannya ke dalam lembaran blog ini

Archive for the category “Unik”

Rumah Sepatu, Belanda

Shoe House-The Netherlands

Seorang Pria Tewas Setelah Makan Kecoa

Joedha — Sungguh malang nasib Edward Archbold. Pria 32 tahun itu tewas setelah menang dalam kontes makan kecoa dan cacing di rumah reptil di Florida, Amerika Serikat, pada akhir pekan lalu. Ia telah menelan beberapa lusin kecoa dan cacing hanya untuk mendapatkan hadiah ular piton unik.

“Ia kemudian muntah dan dijemput ambulans di depan toko,” demikian pernyataan polisi setempat.

Namun nyawa Archbold tak tertolong. Pihak rumah sakit segera melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Kontes ini diselenggarakan oleh sebuah toko hewan, Ben Reptil Seigel. Mereka memberi iming-iming hadiah ular piton bagi kontestan yang menghabiskan kecoa dan cacing paling banyak dalam waktu empat menit.

“Berapa banyak kecoa raksasa yang mampu Anda makan untuk ular piton betina? Kalaupun muntah, itu hal biasa,” demikian bunyi iklan toko reptil itu di halaman Facebook-nya.

Toko reptil itu menyampaikan rasa dukanya setelah Archbold tewas. Pihak toko menyatakan baru bertemu dengan korban pada malam kontes. “Ia terlihat sangat menyenangkan dan berada di kerumunan. Kami minta maaf karena tidak mengenalnya lebih dalam.”

Archbold, yang memiliki akun Edward William Barry di Facebook, mengatakan sebelumnya telah mengikuti kontes serupa. “Jadi, saya telah mengikuti kontes makan kecoa, semoga saya beruntung,” dia menulis di akun tersebut pada 5 Oktober lalu.

 

Tempo.co

Kenapa Kunang-kunang Bercahaya?


Alasan utama kenapa kunang-kunang dapat mengeluarkan cahaya adalah karena hewan tersebut menggunakan cahaya yang dikeluarkan dari tubuhnya untuk dapat menarik perhatian lawan jenisnya ketika musim kawin tiba. Kunang-kunang, seperti kebanyakan hewan yang berkembang biak secara seksual, harus mencari cara untuk menarik pasangannya. Dalam kasus kunang-kunang, cara yang dipakai adalah dengan kilatan cahaya.

Baik kunang-kunang jantan maupun betina sama-sama dapat mengeluarkan cahaya. Ketika musim kawin tiba, jantan akan mulai berpatroli pada area tertentu untuk menarik perhatian betina yang ada di situ. Sang jantan akan memulai pertunjukan tarian cahayanya dengan harapan terlihat oleh betina, dan betina akan tertarik padanya. Para betina biasanya akan menunggu, dan sekali kunang-kunang jantan dapat menarik perhatian betina, sang betina akan membalas sang jantan dengan memberi sinyal cahaya juga, yang menandakan bahwa ia telah siap untuk kawin.

Cahaya yang dikeluarkan oleh kunang-kunang sendiri berasal dari perut bagian bawah mereka. Cahaya dihasilkan oleh lapisan kecil sel yang disebut photocytes, yang terdiri atas beberapa lapis sel reflektif yang dapat mengeluarkan cahaya berwarna kuning kehijauan. Secara khusus, di dalam sel reflektif penghasil cahaya ini terdapat sebuah organel yang disebut peroxizome. Bahan kimia yang terletak di dalam organel inilah yang dapat menghasilkan cahaya.

Magnesium dan ATP dalam peroxizome akan bereaksi dengan enzim yang dikenal sebagai luciferase dan protein luciferin. Kombinasi ini akan menciptakan molekul yang sangat tidak stabil dan melepaskan energinya dalam bentuk foton cahaya. Dan selanjutnya, ketika oksigen masuk ke dalam campuran ini, molekul akan kembali menjadi stabil, sehingga cahaya pun menjadi padam.


 

http://www.berbagaihal.com/2012/04/kunang-kunang-mengeluarkan-cahaya.html

Jepang Bakal Punah 1.000 Tahun Lagi

JOEDHA — Andai tak menyikapi penurunan angka kelahiran, seribu tahun lagi Jepang bakal punah. Ini catatan dari beberapa peneliti Jepang sebagaimana warta AFP pada 11 Mei lalu.

Beberapa civitas academica di Kota Sendai, Jepang utara, mengatakan jumlah penduduk anak-anak di Jepang, yang berusia sampai 14 tahun dan sekarang berjumlah 16,6 juta, menyusut dengan angka satu dalam setiap 100 detik.

Ramalan mereka menunjuk pada Jepang tanpa anak kecil dalam waktu satu milenium. “Jika angka kemerosotan ini berlangsung terus, kita akan dapat merayakan Hari Anak pada 5 Mei 3011 sebagai hari libur masyarakat, sebab hanya akan ada satu orang anak,” kata Hiroshi Yoshida, profesor ekonomi di Tohoku University.

“Namun 100 detik kemudian takkan ada anak yang tersisa,” katanya.

“Kecenderungan secara keseluruhan tersebut menuju pada kepunahan, yang berawal pada 1975, ketika angka kesuburan di Jepang anjlok di bawah dua,” ujarnya.

Yoshida mengatakan ia menciptakan jam penduduk guna mendorong pembahasan mendesak mengenai masalah itu.

Satu studi lain awal tahun ini memperlihatkan jumlah penduduk Jepang diperkirakan menyusut menjadi sepertiga jumlah saat ini, 127,7 juta, dalam waktu satu abad.

Proyeksi pemerintah memperlihatkan angka kelahiran hanya akan mencapai 1,35 anak per satu perempuan dalam waktu 50 tahun, jauh di bawah angka pergantian.

Sementara itu, harapan hidup–yang sudah menjadi salah satu yang tertinggi di dunia–diperkirakan naik dari 86,39 tahun pada 2010 jadi 90,93 tahun pada 2060 bagi perempuan dan dari 79,64 tahun jadi 84,19 tahun buat pria.

Lebih dari 20 persen penduduk Jepang berusia 65 tahun atau lebih, salah satu bagian orang yang berusia lanjut paling tinggi di dunia.

Jepang memiliki sangat sedikit angka imigrasi dan setiap saran mengenai pembukaan perbatasan bagi pekerja muda yang dapat membantu menutup jurang pemisah penduduk malah memicu reaksi keras dari masyarakat.

Populasi kelabu membuat sakit kepala pembuat kebijakan yang menghadapi upaya untuk menjamin kolam pekerja yang bercampur-aduk dapat membayar jumlah pensiunan yang membengkak.

Namun, buat sebagian perusahaan Jepang, terbaliknya piramida usia tradisional memberi peluang komersial. Unicharm mengatakan penjualan popok dewasanya sedikit melampaui penjualan popok buat bayi dalam tahun fiskal sampai Maret, untuk pertama kali sejak perusahaan itu memasuki pasar senior.

Perusahaan tersebut mulai menjual popok buat bayi pada 1981 dan untuk dewasa pada 1987, kata juru bicara Kazuya Kondo–yang tak bersedia menyebutkan jumlah khusus mengenai angka penjualan itu.

Post Navigation