Joedha's Blog

Mempelajari berbagai keunikan kehidupan dan menuangkannya ke dalam lembaran blog ini

Archive for the category “Ilmiah”

Kenapa Kunang-kunang Bercahaya?


Alasan utama kenapa kunang-kunang dapat mengeluarkan cahaya adalah karena hewan tersebut menggunakan cahaya yang dikeluarkan dari tubuhnya untuk dapat menarik perhatian lawan jenisnya ketika musim kawin tiba. Kunang-kunang, seperti kebanyakan hewan yang berkembang biak secara seksual, harus mencari cara untuk menarik pasangannya. Dalam kasus kunang-kunang, cara yang dipakai adalah dengan kilatan cahaya.

Baik kunang-kunang jantan maupun betina sama-sama dapat mengeluarkan cahaya. Ketika musim kawin tiba, jantan akan mulai berpatroli pada area tertentu untuk menarik perhatian betina yang ada di situ. Sang jantan akan memulai pertunjukan tarian cahayanya dengan harapan terlihat oleh betina, dan betina akan tertarik padanya. Para betina biasanya akan menunggu, dan sekali kunang-kunang jantan dapat menarik perhatian betina, sang betina akan membalas sang jantan dengan memberi sinyal cahaya juga, yang menandakan bahwa ia telah siap untuk kawin.

Cahaya yang dikeluarkan oleh kunang-kunang sendiri berasal dari perut bagian bawah mereka. Cahaya dihasilkan oleh lapisan kecil sel yang disebut photocytes, yang terdiri atas beberapa lapis sel reflektif yang dapat mengeluarkan cahaya berwarna kuning kehijauan. Secara khusus, di dalam sel reflektif penghasil cahaya ini terdapat sebuah organel yang disebut peroxizome. Bahan kimia yang terletak di dalam organel inilah yang dapat menghasilkan cahaya.

Magnesium dan ATP dalam peroxizome akan bereaksi dengan enzim yang dikenal sebagai luciferase dan protein luciferin. Kombinasi ini akan menciptakan molekul yang sangat tidak stabil dan melepaskan energinya dalam bentuk foton cahaya. Dan selanjutnya, ketika oksigen masuk ke dalam campuran ini, molekul akan kembali menjadi stabil, sehingga cahaya pun menjadi padam.


 

http://www.berbagaihal.com/2012/04/kunang-kunang-mengeluarkan-cahaya.html

Katak Borneo Ditemukan

Gambar

JOEDHA — Ilmuwan dari Universiti Sarawak, Malaysia, Indraneil Das, menemukan spesies baru katak Borneo.

Katak tersebut berukuran hanya 4-5 sentimeter. Katak itu pertama kali ditemukan dalam ekspedisi ke Gunung Sinai, wilayah Sarawak, Malaysia, pada 2010. Spesies katak yang sama kemudian ditemukan juga di Kubah National Park.

Saat ini, proses publikasi sedang dilakukan. Hasil temuan Das tengah ditinjau ulang.

Das menemukan jenis katak tersebut di lantai hutan yang tertutup dedaunan kering. Habitat katak yang seperti tersembunyi, kata dia, membuat katak ini mungkin tidak pernah ditemukan sebelumnya.

“Adalah suara katak ini yang sangat unik. Suaranya memiliki nada yang tinggi, keras, dan berulang-ulang,” kata Das, seperti dikutip AFP, 18 Mei lalu.

Selain jenis katak ini, Das mengaku menemukan beberapa jenis katak lain. Ia tengah mengidentifikasi jenis lain tersebut. Ia berharap dapat mempublikasikannya untuk bisa menunjukkan kekayaan Borneo.

Sebelumnya, Das menemukan kodok berkaki kurus dan kodok pelangi Borneo yang hampir tak pernah ditemukan selama 90 tahun. Das juga menemukan katak terkecil yang cuma sebesar biji kacang polong.

Borneo merupakan salah satu pusat biodiversitas dunia. Wilayah ini mencakup Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Asteroid Raksasa Menuju Bumi pada 2013

JOEDHA — Asteroid selebar 46 meter bernama DA14 2012 ini memang mengorbit Bumi. Batu luar angkasa tersebut akan menghampiri Bumi pada 15 Februari 2013. Benarkah?

Asteroid ini akan berada pada jarak 27,3 ribu kilometer dari permukaan Bumi. Posisi ini diklaim lebih dekat daripada satelit buatan manusia yang ada. Jika asteroid sebesar ini menghantam Bumi, efeknya akan seperti ledakan nuklir.

Beberapa laporan dari astronom di Observatorio Astronomico de La Sagra di Spanyol menunjukkan,  hantaman asteroid ini bukanlah hal mustahil. Di sisi lain, astronom Amerika Serikat, Phil Plait, yang merupakan orang di balik blog Bad Astronomy, menghapuskan kekhawatiran itu.

“Asteroid ini tak akan menghantam Bumi. Kesempatan asteroid ini menghantam Bumi, nol. Untuk saat ini kita aman,” katanya seperti dikutip Daily Mail.

Teh Termahal dari Kotoran Panda

JOEDHA — Kopi termahal di dunia? Sudah pasti pikiran melayang ke kopi luwak, biji kopi yang diambil dari sisa kotoran binatang luwak. Lalu, bagaimana dengan teh termahal di dunia?

Seorang pengusaha asal China, An Yanshi, mengklaim menemukan rahasia untuk menghasilkan teh termahal di dunia. Rahasianya: kotoran panda.

Mantan pengajar kelas kaligrafi itu telah membeli 11 ton kotoran dari pusat penangkaran panda. Ia akan menggunakannya sebagai rabuk atau pupuk kebun teh di lereng pegunungan di Provinsi Sichuan, Cina barat daya.

Dengan penuh percaya diri, ia mengatakan segera memanen daun teh dari kebun tersebut musim semi tahun ini. Hasil panen tahap pertama itu ia klaim sebagai teh termahal di dunia seharga US$34 ribu atau sekitar Rp 310 juta untuk setiap 500 gram.

Bagi penikmat teh sejati, hasil panen pertama dari sebuah perkebunan teh merupakan yang terbaik. Hasil panen berikutnya akan dianggap memiliki kualitas lebih rendah. Karena itu, An akan menurunkan harga untuk hasil panen tersebut ke level Rp 28 juta per 500 gram.

Pria berusia 41 tahun ini begitu bergairah menjalankan proyek barunya. Di tengah antusiasme sejumlah penikmat teh, ia tak peduli terhadap serangkaian cemooh yang menudingnya berlebihan soal klaimnya tentang teh termahal rekaannya.

Terlepas megaproyek yang ia jalankan di tanah seluas 2,5 hektare, mantan pengajar di Universitas Sichuan itu ingin mengkampanyekan keberpihakannya terhadap lingkungan. Penggunaan kotoran panda menjadi salah satu media kampanye mengganti pupuk kimia dengan pupuk organik.

“Kotoran panda kaya nutrisi, dan efeknya harus jauh lebih baik daripada pupuk kimia,” kata An, seperti dilansir dari news.com.au. “Orang harus membuat hubungan yang harmonis dengan langit, bumi, dan lingkungan.”

Post Navigation