Joedha's Blog

Mempelajari berbagai keunikan kehidupan dan menuangkannya ke dalam lembaran blog ini

Archive for the category “Ajaib”

Kenapa Kunang-kunang Bercahaya?


Alasan utama kenapa kunang-kunang dapat mengeluarkan cahaya adalah karena hewan tersebut menggunakan cahaya yang dikeluarkan dari tubuhnya untuk dapat menarik perhatian lawan jenisnya ketika musim kawin tiba. Kunang-kunang, seperti kebanyakan hewan yang berkembang biak secara seksual, harus mencari cara untuk menarik pasangannya. Dalam kasus kunang-kunang, cara yang dipakai adalah dengan kilatan cahaya.

Baik kunang-kunang jantan maupun betina sama-sama dapat mengeluarkan cahaya. Ketika musim kawin tiba, jantan akan mulai berpatroli pada area tertentu untuk menarik perhatian betina yang ada di situ. Sang jantan akan memulai pertunjukan tarian cahayanya dengan harapan terlihat oleh betina, dan betina akan tertarik padanya. Para betina biasanya akan menunggu, dan sekali kunang-kunang jantan dapat menarik perhatian betina, sang betina akan membalas sang jantan dengan memberi sinyal cahaya juga, yang menandakan bahwa ia telah siap untuk kawin.

Cahaya yang dikeluarkan oleh kunang-kunang sendiri berasal dari perut bagian bawah mereka. Cahaya dihasilkan oleh lapisan kecil sel yang disebut photocytes, yang terdiri atas beberapa lapis sel reflektif yang dapat mengeluarkan cahaya berwarna kuning kehijauan. Secara khusus, di dalam sel reflektif penghasil cahaya ini terdapat sebuah organel yang disebut peroxizome. Bahan kimia yang terletak di dalam organel inilah yang dapat menghasilkan cahaya.

Magnesium dan ATP dalam peroxizome akan bereaksi dengan enzim yang dikenal sebagai luciferase dan protein luciferin. Kombinasi ini akan menciptakan molekul yang sangat tidak stabil dan melepaskan energinya dalam bentuk foton cahaya. Dan selanjutnya, ketika oksigen masuk ke dalam campuran ini, molekul akan kembali menjadi stabil, sehingga cahaya pun menjadi padam.


 

http://www.berbagaihal.com/2012/04/kunang-kunang-mengeluarkan-cahaya.html

Menjadi Tua Hanya dalam Hitungan Hari

Wajah Nguyen Thi Phuong berubah menjadi bengkak dengan kulit kendur.

JOEDHA — Para ahli mengaku bingung pada kondisi yang membuat seorang wanita 23 tahun menjadi wanita berusia 50 tahun dalam hitungan hari. Ingin tahu?

Wajah Nguyen Thi Phuong dari Vietnam ini berubah menjadi bengkak dengan kulit kendur pada 2008. Di sisi lain, suaminya, tukang kayu bernama Nguyen Thanh Tuyen, mengaku cintanya kepada istri yang sekarang berusia 26 tahun itu tak luntur seperti dilaporkan DM.

Kini wanita ini mendapat bantuan dari para dokter untuk mencari cara membalikkan efek “penuaan” ini. Phuong yakin, kondisi ini terjadi disebabkan oleh alergi seumur hidup makanan laut. Selain itu, pada 2008, ia mengaku mengalami reaksi yang parah karena makanan tersebut.

Alih-alih pergi ke dokter, wanita ini malah meminum obat lokal karena tak memiliki biaya.
“Sebulan meminum obat, gatal alergi mulai berkurang namun meninggalkan bekas. Kemudian saya berganti minum obat tradisional dan bekas gatal dan gatal pun menghilang. Namun, kulit saya mulai mengendur,” paparnya.

Para dokter mengatakan kondisi ini disebabkan oleh penggunaan obat tradisional dalam jangka panjang yang menyebabkan adanya corticoid. Zat tersebut dapat memicu kondisi kulit langka yang disebut mastocytosis, yakni tubuh menghasilkan terlalu banyak sel tiang.

Menurut dokter Vo Thi Bach dari HCMC University of Medicine and Pharmacy, corticoid, yang banyak digunakan dalam obat tradisional, memiliki efek samping, yakni membuat wajah bengkak dan kulit tumbuh tak normal.
Di sisi lain, dokter Yen Lam Phuc dari Vietnam Military Medical Academy mengatakan, “Bisa jadi ini merupakan sindrom baru.”

Pohon Tertua di Dunia

STOCKHOLM — Ilmuwan menemukan kelompok pohon cemara di Provinsi Dalarna, Pengunungan Fulu, sebelah barat Swedia, yang diperkirakan berusia lebih dari 8.000 tahun. Pohon dengan nama ilmiah Picea abies ini disebut-sebut sebagai pohon tertua di dunia yang masih bertahan hidup.

Salah satu rahasia keawetan kelompok pohon cemara ini adalah posisinya yang tegak menjulang di punggung gunung sehingga aman dari ancaman penebang. Meski memiliki letak yang menguntungkan, pohon tersebut harus bertarung dengan ganasnya kondisi cuaca di pegunungan yang memisahkan Norwegia dan Swedia itu.

Pohon tertua dari kelompok cemara ini berusia hingga 9.550 tahun. Dalam pengamatan Leif Kullman dari Universitas Umea, pohon tersebut berkembang biak menggunakan penetrasi cabang akar sehingga memungkinkan menciptakan kembaran yang serupa. Karena itu, pohon tertua ini memiliki kelompok dengan genetika yang sama.

Usia pohon ditentukan menggunakan penanggalan karbon di sebuah laboratorium di Miami, Florida, Amerika Serikat. Dalam pengukuran tersebut diketahui beberapa pohon telah menancapkan akar mereka ke tanah sejak 8.000 tahun silam. “Cemara ini menjadi pohon paling tua yang diketahui manusia,” ujar Kullman.

Menurut dia, koloni cemara di Swedia ini merupakan pohon pertama yang tumbuh setelah Zaman Es. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan suhu udara di sekitar pegunungan, sehingga membuat koloni tumbuh lebih cepat di daerah yang lebih luas.

Sebelumnya, rekor pohon tertua di dunia dipegang oleh pohon cemara Methuselah yang terletak di Pegunungan Putih, California, Amerika Serikat. Pohon ini disebut-sebut berusia hingga 4.800 tahun.

Seorang Ibu Melahirkan di Angkasa

KANADA — Berangkat dari Amsterdam dengan 124 penumpang, Northwest Airlines bernomor penerbangan 59 mendaratkan 125 orang.
Penumpangnya mendadak bertambah satu karena seorang penumpang melahirkan bayi perempuan dalam penerbangan menuju Boston. Peristiwa tidak lazim itu terjadi di langit Kanada pada 31 Desember 2008 waktu setempat. “Penumpang perempuan itu melahirkan di atas Laut Atlantik di sela penerbangan delapan jam Amsterdam-Boston,” kata juru bicara Bandara Internasional Logan Boston, Phil Orlandella, kepada Associated Press.

Media setempat melaporkan, bayi cantik itu diberi nama Sasha dan langsung tercatat menjadi warga negara Kanada. Sebab, dia lahir di wilayah udara yang masuk kekuasaan Kanada.
Beruntung, di dalam pesawat tersebut, ada penumpang yang merupakan seorang dokter. Dengan demikian, proses melahirkan perempuan yang disebut-sebut berkewarganegaraan Uganda itu bisa dibantu.

Pesawat pun mendarat dengan mulus sesuai dengan jadwal pada pukul 10.30 waktu setempat. Segera setelah pesawat mendarat, ibu dan bayinya yang masih lemah itu dilarikan ke Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Paresh Thakker, dokter yang membantu proses kelahiran Sasha, bersama dr Natarajan Raman, mengaku sangat senang bisa memberi pertolongan. “Selamat tahun baru untuk seluruh anggota keluarga sang bayi. Ini sungguh peristiwa yang sangat mengagumkan,” kata Thakker, yang berasal dari Methuen, Massachusetts, itu. Pernyataan yang sama diungkapkan Raman.

Post Navigation